Review : Chelsea vs PSG Liga Champions

|| || , || Leave a komentar
>
JOSE Mourinho punya banyak alasan untuk optimistis tim asuhannya, Chelsea, bisa melaju ke semifinal Liga Champions. The Blues memang kalah 1-3 pada leg pertama dari Paris Saint Germain di Paris, pekan lalu. Namun sejarah memperlihatkan bahwa baik Mou, maupun Chelsea terbukti pernah sukses memukul balik lawannya pada leg kedua di kompetisi Eropa, dan kemudian menjadi juara.
12 tahun silam, Mou dalam posisi terjepit saat menukangi FC Porto. Ketika itu, wakil dari Portugal tersebut kalah 0-1 dari wakil Yunani, Panathinaikos pada leg pertama perempatfinal Europa Leauge, yang waktu itu masih bernama UEFA Cup.

Siapa nyana, pada leg kedua, The Happy One, julukannya, bisa "membakar" mental pasukannya untuk memukul balik 2-0 hingga unggul agregat 2-1 untuk melaju ke babak semifinal. Di bawah asuhan Mou, laju Porto tak tertahankan, dan akhirnya menjadi juara UEFA, yang menjadi trofi pertamanya di Eropa.
The Blues juga pernah bangkit memukul lawan setelah kalah pada leg pertama. Pada leg pertama 16 besar Liga Champions musim 2012 saat masih ditukangi Roberto Di Mateo, The Blues pernah tertinggal 1-3 oleh Napoli. Pada leg kedua, Chelsea memukul balik 4-1 di Stamford Bridge, untuk kemudian menjadi juara.
Dua faktor historis itu membuat Mou begitu percaya diri. Andrenalinnya menggelegak untuk bisa mengatasi tantangan. Aku ingin menikmati tantangan ini, seperti halnya aku ingin menikmati permainan. Sekarang kita tahu bahwa kita harus menang 2-0, 3-1, 4-1, 5-2. Kita tahu bahwa kita membutuhkan kemenangan telak atas Paris. Kita harus siap untuk menyambut mereka, bertanding tanpa rasa takut, dan melihat apa yang terjadi,” kata Jose Mourinho seperti dilansir Sky Sport.
 Prediksi Chelsea vs PSG
Ada faktor historis lain yang juga tak bisa diabaikan. Sepanjang sejarah di kompetisi Eropa, ia tak pernah tersingkir di babak perempatfinal. Itu dialami saat membesut Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.
Tapi bagaimana caranya bisa menang 2-0,atau 3-1, atau 4-1 atas PSG? Masalnya, persoalan utama The Blues saat ini adalah tumpulnya para striker. Dipasangnya Andre Schurrle sebagai false nine di leg pertama menunjukkan ketidak-percayaan Mourinho pada para bombernya.
Terlebih, Samuel Eto-o, yang sangat produktif jika berlaga di Stamford Bridge, masih berkutat dengan cedera. Telegraph menulis, Mou akan berjudi dengan menurunkan Eto'o sekali pun masih cedera.
"Bisa saja, bisa saja. Kita sangat butuh mencetak gol. Jika tak bisa mencetak minimal dua gol, kita akan tesingkir. Jika kita punya pemain yang bisa memberikan kita peluang mencetak gol, maka ia pasti akan dimainkan," kata Mou.

Namun, fakta menunjukkan, tanpa striker pun Chelsea sepertinya masih bisa produktif. Laga saat menyikat Stoke 3-0 pada lanjutan Premier League akhir pekan lalu jadi contoh nyata. Saat itu, tiga gol The Blues diborong oleh para gelandang: Mohamed Salah, Willian, dan Frank Lampard.
Jangan lupakan pula, Stamford Bridge adalah neraka bagi klub-klub asal Prancis. Chelsea hanya kebobolan satu gol dari lima pertandingan kandang mereka melawan tim Perancis. Apalagi The Blues punya rekor tak terkalahkan dalam 77 kali pertandingan di Stamford Bridge termasuk mengalahkan Stoke City 3-0 pada pekan lalu. Gawang Petr Cec pun tidak kebobolan dalam delapan laga terakhir.


Jika, kamu kebobolan satu gol melawan Paris atau tidak kebobolan, kami punya kesempatan. Jika, kami kebobolan dua gol dan mencetak lima gol, kami tidak dapat melakukan pekerjaan itu. Paling penting adalah bertahan dengan baik melawan Paris. Tidak kebobolan akan bagus, tetapi jika kami kebobolan satu gol, kami selalu punya kesempatan melawan mereka,” kata Mourinho.

Pernyataan Jose Mourinho cukup beralasan. Mengingat PSG merupakan klub yang punya produktivitas tinggi dengan 25 gol dari sembilan pertandingan, dimana 14 gol dicetak saat laga tandang.
Masalahnya, klub berjuluk La Parisien ini tak bisa diperkuat mesin gol, Zlatan Ibrahimovic yang menderita cedera hamstring.
Dengan absennya Ibra, pelatih PSG Laurent Blanc bakal menempatkan Edinson Cavani sebagai penyerang nomor sembilan, diapit oleh Ezequiel Lavezzi di sayap kiri, dan Lucas di sayap kanan. Cavani mencetak gol indah ke gawang Reims, sedang Lavezzi jadi man of the match pada leg pertama di Parc des Princes. Uniknya, kedua pemain ini sama-sama membela Napoli saat dikalahkan oleh Chelsea dengan agregat 4-5 pada 2012.
Blanc menegaskan, PSG bakal tetap tajam kendati tanpa Ibrahimovic. "Filosofi dan taktik kita tak akan berubah hanya karena Ibra absen. Tak dipungkiri ia pemain hebat, tapi kami mengandalkan kerja-sama tim," katanya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
/[ 0 komentar Untuk Artikel Review : Chelsea vs PSG Liga Champions]\

Posting Komentar

Silahkan membaca postingan postingan lain dari Djarumnews ya..
Jangan Lupa Berkomentar