Insiden Penembakan Fans, Napoli Juara Piala Italia

|| || || Leave a komentar
>
Roma – Meski sempat tertunda akibat insiden penembakan fans, partai final Piala Italia antara Napoli melawan Fiorentina berlangsung menarik. Napoli berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.
Pertandingan final Piala Italia, yang mempertemukan Napoli kontra Fiorentina, sempat tertunda kurang lebih satu jam. Hal itu disebabkan beredarnya rumor bahwa salah satu fans Napoli berada dalam kondisi kritis setelah tertembak di dada. Kejadian tersebut berada di Tor di Quinto, area yang berada jauh dari Stadion Olimpico. Atas kejadian ini, Ultras Napoli meminta agar laga final ditunda.
Kepolisian Roma mengonfirmasi bahwa korban adalah sekelompok kriminal yang mencaba memanfaatkan situasi kerusuhan. Kapten Napoli, Marek Hamsik, kemudian menyambangi Curva Nord, atau tempat dimana suporter garis keras Napoli duduk. Ia kemudian membisikan kepada salah satu pentolan Ultras Napoli bahwa kejadian ini tidak benar. Pertandingan final pun akhirnya kembali diteruskan.
Perang strategi antara Rafael Benitez dan Vecenzo Montela akan lebih terlihat jelas di lini tengah. Pasalnya, dengan formasi 4-3-2-1 yang diusung Napoli dan formasi 4-5-1 yang diusung oleh Fiorentina menempatkan masing-masing lima pemain di lini tengah. Napoli mengandalkan Jose Callejon di depan. sementara, Fiorentina bertumpu pada Josep Illcic sebagai penyerang tunggal.

Serangan balik cepat pada menit kesepuluh menghantarkan Napoli unggul 1-0. Lorenzo Insigne berhasil memperdaya penjaga gawang Fiorentina Neto lewat tembakan kaki kanan.
Hanya berselang enam menit, serangan balik kembali membuat kiper Fiorentina memungut bola dari gawangnya. Higuain menjadi kreator terciptanaya gol kedua Napoli. Pemain asal Argentina itui menggiring bola dari sisi kiri pertahanan Fiorentina sebelum akhirnya memberikan umpan tarik kepada Insigne, yang dengan ambisius melesakkan tendangan keras guna menjebol gawang Fiorentina untuk kedua kalinya.
Fiorentina tampak tak mampu mengimbangi umpan-umpan pendek yang diperagakan Napoli di lini tengah. Anak asuh Montella memilih memberikan umpan-umpan jauh kedepan karena tak mampu mengusai lini tengah.

Juan Vargas pada menit 28 sukses memperkecil ketertinggalan Fiorentina menjadi 2-1. Pemain berusia 30 tahun itu lolos jebakan offside dan Tanpa pikir panjang melepaskan tembakan keras ke pojok kanan gawang Pepe Reina.

Fiorentina sebenarnya sempat mencetak gol melalui Alberto Aquilani usai memanfaatkan tembakan bebas Illcic. Namun, wasit menganulirnya karena Aquilani sudah terlebih dahulu berdiri pada posisi offside. Keunggulan 2-1 Napoli bertahan hingga babak pertama usai.

Inisiatif serangan pada babak kedua final Piala Italia lebih banyak dilakukan oleh Fiorentina. Namun, La Viola kesulitan menembus solidnya lini pertahanan Napoli. Kebuntuan Fiorentina cepat direspon oleh Montella dengan memasukkan Matias Fernandes pada menit 55 menggantikan Manuel Pasqual.
Serangan-serangan yang dibangun oleh Napoli juga mulai tak terlihat tajinya. Rafael Benitez yang mulai tertekan dengan permainan sporadis yang diperagan oleh Fiorentina malah berani berjudi dengan memasukan Dries Martens, yang berposisi sebagai penyerang menggantikan Marek Hamsik pada menit 64.
 
Walau sudah menang 2-1, pelatih asal Spanyol itu tidak lantas memperkuat lini pertahannya, menit 70 kembali Pandev yang berposisi sebagai penyerang masuk menggantikan Higuain yang tampaknya tidak bermain gemilang pada pertandingan kali ini.
Dua menit berselang, Giliran Montella yang memasukkan darah segar di lini depan Fiorentina. Giuseppe Rossi yang telah lama istirahat karena cedera dipercaya masuk menggantikan Joaquin pada menit 72.
Petaka terjadi pada Menit 78 bagi Napoli setelah Gokhan Inler melakukan pelanggaran keras yang membuatnya dihadiahi kartu kuning kedua. Asa Fiorentina mengejar ketertinggalan mulai terbuka setelah Napoli bermain sepuluh orang disepuluh menit sebelum laga berakhir.

Peluang besar menyamakan kedudukan pada menit 86 gagal dimanfaatkan Illcic dengan baik. Umpan yang disodorkan oleh Matri tidak mampu dikonversi Illcic menjadi gol. Tembakannya masih melebar disisi kanan gawang yang dijaga oleh Pepe Reina.

Asyik menyerang membuat barisan pertahanan Fiorentina lengah, Napoli melalui pemain pengganti Dries Mertens berhasil mencetak gol ketiga Napoli pada masa perpanjangan waktu setelah sebelumnya menerima umpan dari Jose Callejon. Gelar Juara Copa Italia berhasil dimenangkan oleh Napoli yang mengalahkan Fiorentina dengan skor akhir 3-1.

Susunan Pemain:
Napoli(4-2-3-1): Reina; Henrique, Fernandez, Raul Albiol, Ghoulam; Jorginho, Inler; Insigne(Valon Behrami’ 81), Hamsik(Dries Martens ’64), Callejon; Higuain(Pandev ’71). Napoli subs: Colombo, Dublas, Revelliere, Britos, Maggio, Zuniga, Mesto, Dzemaili, Behrami, Mertens, Pandev, Zapata. Fiorentina (4-5-1): Neto; Tomovic, Gonzalo Rodriguez, Savic, Pasqual(Mati Fernandez ’56); Joaquin (Guiseppe Rossi ’72), Pizarro, Aquilani (Matri ’83), Borja Valero, Vargas; Ilicic.
Fiorentina subs: Rosati, Diakite, Compper, Bakic, Fernandez, Ambrosini, Wolski, Anderson, Matos, Matri , R
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
/[ 0 komentar Untuk Artikel Insiden Penembakan Fans, Napoli Juara Piala Italia]\

Posting Komentar

Silahkan membaca postingan postingan lain dari Djarumnews ya..
Jangan Lupa Berkomentar