Cerci Tunjukan Ia Lebih baik dari Torres

|| || || Leave a komentar
>
Alessio Cerci, pahlawan Torino di musim 2013/14, kembali ke Serie A, setelah menjalani paruh musim yang mengecewakan bersama Atletico Madrid. Dengan hanya bermain sebanyak 6 pertandingan liga, 114 menit bermain, penampilan Cerci juga bisa dibilang berbanding terbalik dengan performanya pada saat di Torino.
Bermain di 6 pertandingan, Cerci hanya turun sebagai pemain pengganti. Selain itu, Cerci juga hanya bisa menghasilkan 6 tembakan, tanpa menghasilkan gol maupun assist.

Sedangkan Fernando Torres, pemain yang "dibuang" oleh Jose Mourinho dari Chelsea, juga mengalami paruh musim yang mengecewakan. Bersama Milan, Torres hanya mampu mencetak 1 gol dari 10 pertandingan, atau 1 gol setelah 591 menit bermain.

Bahkan, Torres mengalami puasa gol sejak mencetak gol melawan Empoli (23/9). Posisi Torres sebagai penyerang di Milan juga terancam oleh Jeremy Menez, seseorang yang bermain sebagai false nine, peran yang tidak sama dengan Torres.

Namun, Torres kini meninggalkan Milan, untuk bertukar tempat dengan Cerci di Atletico Madrid. Transaksi yang juga melibatkan Chelsea ini, akan diformalisasi dengan otoritas liga masing-masing klub pada tanggal 5 Januari.

Tetapi, transfer tersebut bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga menimbulkan masalah baru. Dari segi taktik maupun finansial.

Torres, dari segi permainan, lebih condong dengan permainan prima punta. Sedangkan Cerci, yang memiliki kelebihan dalam segi kecepatan, biasanya dimainkan dalam posisi penyerang sayap. Namun, sejak 2 musim yang lalu, Cerci dimainkan dalam posisi seconda punta, mendampingi Ciro Immobile. Duet Cerci-Immobile berperan dalam kembalinya Torino di kancah Eropa setelah absen 12 tahun.

Masalah dalam taktik yang dialami Milan, yaitu nihilnya prima punta di skuad Milan musim ini. Walaupun Milan masih mempunyai Pazzini, tetapi Pippo Inzaghi, bisa dibilang, kurang suka dengan prima punta dalam taktiknya. Pasalnya, Pippo lebih sering memasang Menez sebagai striker dalam pertandingan. Bahkan, Pazzini hanya dimainkan selama 98 MENIT (7 pertandingan). Padahal, tipe permainan Pazzini dengan Inzaghi bisa dibilang mirip.

Dengan nihilnya prima punta, Inzaghi hanya memiliki opsi memasang false nine di lini depan Milan. Sehingga, pola menyerang Milan mudah dibaca oleh tim lawan.

Namun, dengan absennya Keisuke Honda yang akan bermain pada Piala Asia 2015, Cerci bisa menggantikan peran Honda yang reguler bermain di sayap kanan.

Sedangkan dalam aspek finansial, Milan bisa dibilang mengalami pemborosan. Walaupun Milan tidak mengeluarkan euro dalam mempermanenkan Torres, Milan masih juga membayar gaji Torres sebesar 8 juta euro. Sedangkan gaji Cerci, sebesar 6 juta euro, masih tetap dibayar oleh Atletico Madrid.

Selain gaji, Milan juga tidak memiliki opsi permanen terhadap Cerci. Atletico Madrid berhak menjual Cerci apabila Atletico Madrid mendapat tawaran yang menarik di musim panas nanti, walaupun durasi peminjaman Cerci belum selesai. (Milan meminjam Cerci selama 18 bulan)

Walaupun demikian, "pemborosan" yang dilakukan Milan dan nihilnya prima punta, akan menambah variasi formasi yang digunakan. Apalagi akan sebanding apabila Cerci sukses di Milan. Kita tunggu saja bagaimana kontribusi Cerci.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
/[ 0 komentar Untuk Artikel Cerci Tunjukan Ia Lebih baik dari Torres]\

Posting Komentar

Silahkan membaca postingan postingan lain dari Djarumnews ya..
Jangan Lupa Berkomentar